Banjir di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading
Disusun oleh :
1. Chintia Audiani (08)
2. Harizatul Khasana (16)
3. Isti Kumalasari (21)
4. Meylinda Pratiwi (25)
Kelas X MIA 3
SMA N 1 COMAL
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan laporan
ini dapat diselesaikan.
Laporan ini kami susun untuk diajukan
sebagai tugas geografi dan kami susun sesuai dengan pengamatan yang kami
lakukan serta mencari informasi dari sumber lain.
Terima kasih kami sampaikan kepada
Bapak Gatot Hartono selaku pembimbing mata pelajaran geografi yang telah
membimbing demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah laporan ini disusun semoga
bermanfaat.
Comal,
1 Oktober 2013
Penulis
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Disetiap
musim hujan, banjir menjadi salah satu masalah saerius. Pada umumnya banjir
ddisebabkan oleh kecerobohan masyarakatnya, tempat penampungan air, serta
membangun pemukiman di daerah-daerah resapan air hujan. Akibatnya tempat
penampungan air hujan yang terus bertambah sehingga tidak dapat lagi menampung
air hujan sehingga menyebabkan banyak daerah atau wilayahnya terendam air.
Banjir
di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading juga terjadi karena penebangan
hutan secara liar. Akibatnya, sebagian besar air hujan tidak terserap tanah,
teteapi mengalir di permukaan tanah, lalu langsung masuk ke sungai.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa faktor yang menyebabkan banjir di
Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading ?
b. Bagaimana dampak banjir yang terjadi di
Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading ?
c. Bagaimana pencegahan banjir yang terjadi di
Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading ?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui penyebab banjir
b. Mengetahui bagaimana dampak banjir
c. Mengetahui bagaimana pencegahan banjir
1.4 Manfaat
a. Dapat mengetahui penyebab banjir
b. Dapat mengetahui bagaimana dampak banjir
c. Dapat mengetahui bagaimana pencegahan
banjir
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Pengertian banjir
Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan, yang
biasanya kering, oleh air yang berasal dari sumber-sumber air di sekitar
daratan. Banjir merupakan bencana alam yang tidak mungkin dapat dicegah oleh
manusia. Namun manusia dapat melakukan upaya-upaya tertentu untuk mengurangi
resiko banjir. Di daerah permukiman kita bisa meningkatkan infiltrasi air ke
tanah, misalnya kita tidak membuat talang air untuk mengalirkan air hujan
langsung ke selokan, air hujan biarkan jatuh ke halaman rumah.
Banjir terjadi karena sumber-sumber air tidak mampu
lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air
pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Air yang meluap
tersebut juga tidak mampu diserap oleh daratan di sekitarnya sehingga daratan
menjadi tergenang. Hujan yang sangat deras dan dalam waktu yang lama merupakan
penyebab terjadinya banjir yang umum terjadi di seluruh dunia.
2.2 Jenis-
jenis banjir yang terjadi Indonesia.
1. Banjir karena sungainya meluap
Banjir ini
biasanya terjadi akibat dari sungai tidak mampu lagi menampung aliran air yang
ada melebihi kapasitas.
2. Banjir lokal
Banjir ini
terjadi akibat air yang berlebihan di tempat itu dan meluap juga di tempat itu.
2.3 Dampak
Banjir
1) Rusaknya struktur bangunan beserta isinya
2) Menyebabkan tanah longsor
3) Kurangnya air bersih
4) Berkurangnya pasokan makanan
5) Hilangnya nyawa
6) Menyebabkan gagal panen
2.4 Penanganan
terhadap banjir
1) Mengadakan reboisasi
2) Membuat bendungan
3) Mambuat tanggul
4) Peningkatan kesadaran penduduk dalam upaya untuk
memelihara lingkungan hidup
2.5 Penyebab
banjir
1) Faktor malapetaka
Misalnya
jebolnya bendungan Sokowati.
2) Faktor manusia
a. Penebangan hutan secara liar ysng mengakibatkan
berkurangnya daerah resapan air sehingga menyebabkan banjir.
b. Sistem drainase (pengairan) yang kurang baik.
c. Pembuangan sampah di sungai.
3) Faktor Alam
Misalnya curah
hujan yang berlebihan.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Sungai Comal dan sekitarnya
3.2 Metode Pengumpulan
Data
Pada karya ilmiah ini menggunakan metode
observasi dan pustaka.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Banjir yang disebabkan
oleh runtuhnya bendungan Sokowati mengakibatkan kerusakan fisik, kerugian
materi dan menimbulkan berbagai macam penyakit.
4.2 Pembahasan
a. Faktor yang menyebabkan banjir di Kecamatan
Bodeh dan Kecamatan Ampelgading :
1.
Runtuhnya
bendungan Sokowati
2.
Hujan dalam jangka waktu yang panjang atau besarnya curah hujan selama
berhari-hari
3.
Erosi tanah menyisakan batuan yang
menyebabkan air hujan mengalir deras di atas permukaan tanah tanpa terjasi
resapan
4.
Buruknya pencegahan sampah yang menyumbat saluran-saluran air sehingga
tubuh air meluap dan membanjiri daerah sekitarnya.
5.
Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang sehingga bisa
menyebabkan banjir kiriman atau banjir bandang.
b. Dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Bodeh
dan Kecamatan Ampelgading
1.
Primer
Kerusakan fisik - Mampu
merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan,
sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.
2.
Sekunder
¶
Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun,
dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi
menambah mineral tanah setempat.
¶
Pepohonan - Spesies yang tidak sanggup
akan mati karena tidak bisa bernapas.
¶
Transportasi - Jalur
transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang
membutuhkan.
3.
Dampak
tersier/jangka panjang
Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena
kerusakan pemukiman yang terjadi akibat banjir, dalam sector pariwisata,
menurunnya minat wiasatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan
makanan yang mendorong kenaikan harga.
c.
Pencegahan
banjir yang terjadi di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading
Banjir dapat di
cegah dengan berbagai cara seperti :
1)
Memindahkan warga dari daerah rawan banjir
Cara ini cukup mahal dan belum tentu warga bersedia pindah, walau setiap tahun rumahnya terendam banjir.
Cara ini cukup mahal dan belum tentu warga bersedia pindah, walau setiap tahun rumahnya terendam banjir.
2)
Memindahkan banjir keluar dari warga
Cara ini sangat mahal, tetapi sedang
populer dilakukan para insinyur banjir, yaitu normalisasi sungai, mengeruk
endapan lumpur, menyodet-nyodet sungai. Faktanya banjir masih terus akrab
melanda permukiman warga.
3)
Hidup akrab bersama banjir
Cara ini paling murah dan kehidupan
sehari-hari warga menjadi aman walau banjir datang, yaitu dengan membangun
rumah-rumah panggung setinggi di atas muka air banjir.
4)
Membuat kanal air
Kanal air adalah sungai buatan untuk
mengalirkan air sehingga air sampai ke laut.
BAB
V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Banjir adalah
peristiwa tergenangnya daratan, yang biasanya kering, oleh air yang berasal
dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Banjir merupakan bencana alam yang
tidak dapat dicegah oleh manusia. Banjir terjadi karena sumber-sumber air tidak
mampu lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun
air pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Banjir
disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia
dan faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.
Akibat banjir,
melumpuhkan kegiatan sektor wisata, juga mengakibatkan munculnya berbagai macam
jenis bakteri Setelah mempelajari dengan seksama berbagai aspek penyebab
banjir, substansinya adalah mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan
membatasi volume air masuk kota, meningkatkan polder-polder (penampungan air)
yang ada, memperbanyak pompa dan membangun rumah, membuat talang air untuk
mengalirkan air hujan langsung ke selokan, dan membuat sumur resapan.
5.2 Saran
Masyarakat agar
tidak membuang sampah di sungai dan menebang pohon secara sembarangan karena
dapat menyebabkan banjir. Dan pemerintah agar membangun bendungan yang lebih
kuat dan kokoh agar tidak runtuh pada saat volume air mengingkat.
DAFTAR PUSTAKA