Kamis, 10 Oktober 2013

Banjir di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading

Banjir di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading 

Disusun oleh :

1.   Chintia Audiani          (08)
2.   Harizatul Khasana     (16)
3.   Isti Kumalasari           (21)
4.   Meylinda Pratiwi        (25)

Kelas X MIA 3
SMA N 1 COMAL



Kata Pengantar

          Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan laporan ini dapat diselesaikan.
          Laporan ini kami susun untuk diajukan sebagai tugas geografi dan kami susun sesuai dengan pengamatan yang kami lakukan serta mencari informasi dari sumber lain.
          Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Gatot Hartono selaku pembimbing mata pelajaran geografi yang telah membimbing demi lancarnya tugas ini.
          Demikianlah laporan ini disusun semoga bermanfaat.





Comal, 1 Oktober 2013


Penulis    


         
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
          Disetiap musim hujan, banjir menjadi salah satu masalah saerius. Pada umumnya banjir ddisebabkan oleh kecerobohan masyarakatnya, tempat penampungan air, serta membangun pemukiman di daerah-daerah resapan air hujan. Akibatnya tempat penampungan air hujan yang terus bertambah sehingga tidak dapat lagi menampung air hujan sehingga menyebabkan banyak daerah atau wilayahnya terendam air.
          Banjir di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading juga terjadi karena penebangan hutan secara liar. Akibatnya, sebagian besar air hujan tidak terserap tanah, teteapi mengalir di permukaan tanah, lalu langsung masuk ke sungai.
1.2 Rumusan Masalah
a.    Apa faktor yang menyebabkan banjir di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading ?
b.    Bagaimana dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading ?
c.     Bagaimana pencegahan banjir yang terjadi di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading ?
1.3 Tujuan
a.    Mengetahui penyebab banjir
b.    Mengetahui bagaimana dampak banjir
c.     Mengetahui bagaimana pencegahan banjir

1.4 Manfaat
a.    Dapat mengetahui penyebab banjir
b.    Dapat mengetahui bagaimana dampak banjir
c.     Dapat mengetahui bagaimana pencegahan banjir

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian banjir
Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan, yang biasanya kering, oleh air yang berasal dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Banjir merupakan bencana alam yang tidak mungkin dapat dicegah oleh manusia. Namun manusia dapat melakukan upaya-upaya tertentu untuk mengurangi resiko banjir. Di daerah permukiman kita bisa meningkatkan infiltrasi air ke tanah, misalnya kita tidak membuat talang air untuk mengalirkan air hujan langsung ke selokan, air hujan biarkan jatuh ke halaman rumah.
Banjir terjadi karena sumber-sumber air tidak mampu lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Air yang meluap tersebut juga tidak mampu diserap oleh daratan di sekitarnya sehingga daratan menjadi tergenang. Hujan yang sangat deras dan dalam waktu yang lama merupakan penyebab terjadinya banjir yang umum terjadi di seluruh dunia. 
2.2 Jenis- jenis banjir yang terjadi Indonesia.
1.    Banjir karena sungainya meluap
Banjir ini biasanya terjadi akibat dari sungai tidak mampu lagi menampung aliran air yang ada melebihi kapasitas.
2.    Banjir lokal
Banjir ini terjadi akibat air yang berlebihan di tempat itu dan meluap juga di tempat itu.
2.3 Dampak Banjir
1)   Rusaknya struktur bangunan beserta isinya
2)   Menyebabkan tanah longsor
3)   Kurangnya air bersih
4)   Berkurangnya pasokan makanan
5)   Hilangnya nyawa
6)   Menyebabkan gagal panen


2.4 Penanganan terhadap banjir
1)   Mengadakan reboisasi
2)   Membuat bendungan
3)   Mambuat tanggul
4)   Peningkatan kesadaran penduduk dalam upaya untuk memelihara lingkungan hidup
2.5 Penyebab banjir
1)   Faktor malapetaka
Misalnya jebolnya bendungan Sokowati.
2)   Faktor manusia
a.    Penebangan hutan secara liar ysng mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air sehingga menyebabkan banjir.
b.    Sistem drainase (pengairan) yang kurang baik.
c.     Pembuangan sampah di sungai.
3)   Faktor Alam
Misalnya curah hujan yang berlebihan.





BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Sungai Comal dan sekitarnya
3.2 Metode Pengumpulan Data
Pada karya ilmiah ini menggunakan metode observasi dan pustaka.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Banjir yang disebabkan oleh runtuhnya bendungan Sokowati mengakibatkan kerusakan fisik, kerugian materi dan menimbulkan berbagai macam penyakit.
4.2 Pembahasan
a.    Faktor yang menyebabkan banjir di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading :
1.    Runtuhnya bendungan Sokowati
2.    Hujan dalam jangka waktu yang panjang atau besarnya curah hujan selama berhari-hari
3.     Erosi tanah menyisakan batuan yang menyebabkan air hujan mengalir deras di atas permukaan tanah tanpa terjasi resapan
4.    Buruknya pencegahan sampah yang menyumbat saluran-saluran air sehingga tubuh air meluap dan membanjiri daerah sekitarnya.
5.    Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang sehingga bisa menyebabkan banjir kiriman atau banjir bandang.

b.    Dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading
1.    Primer
Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanahjalan raya, dan kanal.
2.    Sekunder
  Persediaan air – Kontaminasi airAir minum bersih mulai langka.
  Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.

  Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
  Pepohonan - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.
  Transportasi - Jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
3.    Dampak tersier/jangka panjang
Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena kerusakan pemukiman yang terjadi akibat banjir, dalam sector pariwisata, menurunnya minat wiasatawan,  biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga.
c.    Pencegahan banjir yang terjadi di Kecamatan Bodeh dan Kecamatan Ampelgading

Banjir dapat di cegah dengan berbagai cara seperti :

1)   Memindahkan warga dari daerah rawan banjir
Cara ini cukup mahal dan belum tentu warga bersedia pindah, walau setiap tahun rumahnya terendam banjir.

2)    Memindahkan banjir keluar dari warga
Cara ini sangat mahal, tetapi sedang populer dilakukan para insinyur banjir, yaitu normalisasi sungai, mengeruk endapan lumpur, menyodet-nyodet sungai. Faktanya banjir masih terus akrab melanda permukiman warga.
3)   Hidup akrab bersama banjir
Cara ini paling murah dan kehidupan sehari-hari warga menjadi aman walau banjir datang, yaitu dengan membangun rumah-rumah panggung setinggi di atas muka air banjir.
4)   Membuat kanal air
Kanal air adalah sungai buatan untuk mengalirkan air sehingga air sampai ke laut.


BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan, yang biasanya kering, oleh air yang berasal dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Banjir merupakan bencana alam yang tidak dapat dicegah oleh manusia. Banjir terjadi karena sumber-sumber air tidak mampu lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Banjir disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia dan faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.
Akibat banjir, melumpuhkan kegiatan sektor wisata, juga mengakibatkan munculnya berbagai macam jenis bakteri Setelah mempelajari dengan seksama berbagai aspek penyebab banjir, substansinya adalah mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan membatasi volume air masuk kota, meningkatkan polder-polder (penampungan air) yang ada, memperbanyak pompa dan membangun rumah, membuat talang air untuk mengalirkan air hujan langsung ke selokan, dan membuat sumur resapan.
5.2 Saran
Masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan menebang pohon secara sembarangan karena dapat menyebabkan banjir. Dan pemerintah agar membangun bendungan yang lebih kuat dan kokoh agar tidak runtuh pada saat volume air mengingkat.






DAFTAR PUSTAKA